Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya melestarikan nilai adat Minangkabau di kalangan generasi muda. Upaya ini dilakukan menyusul kekhawatiran akan semakin memudarnya pemahaman adat di kalangan anak muda.
Dinas Kebudayaan Sumbar mendorong ninik mamak dan bundo kanduang untuk kembali berperan aktif sebagai pewaris budaya. Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengaku Adat menjadi salah satu langkah strategis.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Jefrinal Arifin, menekankan pentingnya peran ninik mamak dalam mengajarkan nilai adat kepada generasi muda. Kegiatan “Pulangkan Siriah ka Tampuaknyo” menjadi fokus utama.
Jefrinal menyoroti tantangan implementasi kurikulum Budaya Alam Minangkabau (BAM) di sekolah. Banyak guru BAM dinilai belum memahami substansi budaya Minangkabau.
Dinas Kebudayaan mendorong ninik mamak untuk berbagi ilmu dan menjadi narasumber pelatihan guru. Peran Bundo Kanduang dan lembaga adat juga diperkuat dalam menanamkan etika dan sopan santun.
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari (31 Oktober-2 November 2025) ini diikuti peserta dari 17 nagari di Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini didukung dana pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar, Jefri Masrul.
Diharapkan, kegiatan ini dapat melahirkan tokoh adat muda yang mampu meneruskan budaya Minangkabau. Nilai adat dan ajaran ABS-SBK (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah) diharapkan dapat dipraktikkan kembali.











