Arosuka – Kepolisian Resor (Polres) Solok memperdalam penyelidikan terkait jaringan narkoba setelah menangkap seorang pria berinisial RJ (38) atas dugaan kepemilikan dan peredaran sabu. Penangkapan ini dilakukan sebagai respons terhadap keresahan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah hukum Polres Solok.

RJ diamankan pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 16.30 WIB di pinggir jalan Jorong Bungo Tanjuang, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung. Penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polres Solok, Repaldi, membenarkan penangkapan tersebut. “Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah Nagari Saok Laweh,” ujarnya. Ia menambahkan, “Setelah dilakukan penyelidikan, tim berhasil mengamankan satu orang tersangka beserta barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu.”

Pengembangan kasus kemudian dilakukan dengan penggeledahan rumah RJ di Batu Aceh Jorong Balai Pandan, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang. Penggeledahan tersebut disaksikan oleh perwakilan masyarakat setempat.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan keterlibatan RJ dalam peredaran narkoba. Barang bukti tersebut meliputi 19 paket yang diduga sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening, satu kaca pirek yang diduga berisi sabu yang dibalut uang kertas Rp2.000, dua pack plastik klip bening, uang tunai Rp724.000, satu timbangan digital, serta satu set alat hisap sabu.

Selain itu, petugas juga menyita satu unit telepon genggam Android merek Vivo warna merah hitam, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hijau hitam dengan nomor polisi BA 4651 PM yang diduga digunakan oleh RJ dalam menjalankan aksinya.

Repaldi menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, RJ mengakui kepemilikan seluruh barang bukti yang ditemukan. “Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh Satresnarkoba Polres Solok,” pungkasnya. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap jaringan yang mungkin terkait dengan tersangka.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.