DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tahap I Tahun 2025.

Rakor yang berlangsung di GPU Kecamatan Pulau Punjung ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan. Fokus utama adalah calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga.

Pemerintah daerah juga meninjau pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Dharmasraya.

Pj Sekda Jasman Dt. Bandaro Bendang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia menyebut stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas generasi masa depan.

Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Efendi, menambahkan bahwa rakor ini memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor.

Peserta rakor menyepakati langkah bersama untuk menurunkan angka stunting. Targetnya adalah menciptakan generasi 2045 yang sehat dan berkualitas.

Rakor ini melibatkan unsur TPPS, OPD, camat, BUMN, instansi vertikal, dan lembaga layanan kesehatan.

Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas PUPR, dan Bappperida turut menyampaikan peran dan strategi masing-masing dalam mencegah stunting.

Sesi tanya jawab menyoroti persoalan lokasi dapur pemenuhan gizi dan masukan untuk memperkuat intervensi di wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.