Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memanfaatkan kunjungan Safari Ramadan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak daerah. Pertemuan yang berlangsung di Masjid Raya Pasar Pulau Punjung pada Selasa (10/3/2026) itu menjadi momentum penyampaian aspirasi terkait perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendidikan.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, secara khusus menyoroti kerusakan jalan provinsi yang diperparah oleh kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading). “Sekitar lima kilometer ruas jalan mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat,” ungkapnya, menekankan urgensi perbaikan jalan tersebut.
Selain masalah infrastruktur jalan, Annisa juga mengajukan permohonan rehabilitasi ruang kelas dan aula di SMA Negeri 1 Sitiung. Ia berpendapat bahwa perbaikan fasilitas pendidikan ini krusial dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Menanggapi usulan tersebut, Vasko Ruseimy menggarisbawahi pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah dalam memacu pembangunan. Ia juga memberikan apresiasi atas kerukunan antarumat beragama dan keberagaman etnis di Dharmasraya. “Dharmasraya bukan hanya dihuni oleh masyarakat Minangkabau, tetapi juga berbagai suku dan etnis lain seperti Jawa, Sunda, Batak, Nias, hingga Madura. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan di daerah ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Vasko menyinggung rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya, sebuah program pemerintah pusat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dengan nilai investasi hampir Rp300 miliar. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan dana sebesar Rp50 juta, wakaf Al-Qur’an, bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, bantuan Rp3 juta dari Baznas, serta 50 tas sekolah bagi anak-anak. Vasko menyimpulkan, “Pemimpin dan masyarakatnya hebat. Perbedaan tidak dijadikan persoalan, tetapi justru memperkuat persatuan masyarakat di daerah ini.”










