Aceh Tamiang – Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, yang sebelumnya porak-poranda akibat banjir bandang akhir November 2025 lalu, kini mulai pulih. Halaman pesantren yang sempat dipenuhi tumpukan kayu dan lumpur, kini sudah bersih dan tertata rapi.
Pemulihan signifikan ini terlihat dari dokumentasi terbaru pada Jumat (2/1) yang menunjukkan area pesantren telah lapang, tanpa lagi potongan kayu besar yang menghalangi jalan. Alat berat yang bekerja keras membersihkan material sisa bencana juga terlihat terparkir rapi, menandakan tahap pembersihan utama telah tuntas.
Sebelumnya, pesantren ini menjadi sorotan publik karena nyaris tak terlihat akibat tertimbun lumpur pekat dan gunungan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir. Batang-batang pohon besar berserakan di halaman, merusak fasilitas pendidikan dan menutup akses vital.
Masjid pesantren, yang sempat viral karena keteguhannya berdiri di tengah terjangan banjir, kini kembali bersih dan kokoh. Bangunan suci ini tidak lagi terkepung material sisa bencana, melainkan telah menjadi tempat beristirahat yang nyaman bagi para petugas dan relawan.
Meskipun di luar area pesantren masih terlihat beberapa sisa kayu yang mengering, kondisi di dalam lingkungan pendidikan ini telah jauh lebih tertata. Kerja keras dari berbagai unsur dalam pembersihan terpadu dengan koordinasi ketat ini membuahkan hasil nyata, memberikan secercah harapan bagi keberlanjutan pendidikan.
Area pesantren yang bersih dari material kayu menjadi langkah awal penting. Target selanjutnya adalah mengembalikan denyut nadi ibadah dan pendidikan di Darul Mukhlisin agar para santri dapat segera kembali menimba ilmu dengan tenang.










