Padang – Komando Daerah Angkatan Laut (Koarmada) II menunjukkan respons positif terhadap usulan pendirian Pos Angkatan Laut (AL) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan pembinaan potensi maritim di wilayah tersebut. Dukungan ini terungkap dalam pertemuan antara Komandan Koarmada II, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, dan Anggota DPRD Pessel, Novermal.
Pertemuan yang berlangsung di Markas Koarmada II Teluk Bayur, Rabu (7/1/2026), dihadiri pula oleh Komandan Satuan Patroli serta Kepala Dinas Teritorial Koarmada II. Diskusi difokuskan pada berbagai aspek terkait pendirian Pos AL, termasuk fungsi strategis dan dukungan dari pemerintah daerah.
Menurut Novermal, Komandan Koarmada II menyambut baik inisiatif tersebut. “Alhamdulillah, Dankoarmada memberikan apresiasi dan dukungan penuh,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Pos AL diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas wilayah laut, tetapi juga berperan dalam pembinaan potensi maritim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pos AL ini nantinya bukan hanya untuk pengamanan laut, tetapi juga pembinaan potensi maritim agar masyarakat semakin sejahtera,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Komandan Koarmada II direncanakan akan melakukan kunjungan ke Pessel dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan Bupati Pessel dan meninjau langsung lokasi yang diusulkan untuk pendirian Pos AL.
Pemerintah Kabupaten Pessel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta dalam APBD 2026 sebagai wujud komitmen terhadap pendirian Pos AL. Dana tersebut akan digunakan untuk hibah tanah dan bangunan sebagai lokasi Pos AL, yang merupakan bagian dari Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Novermal sebagai Anggota DPRD Pessel. “Teknis dan administrasi hibah akan segera ditindaklanjuti oleh Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan bersama jajaran terkait di Koarmada II,” ungkapnya.
Novermal menegaskan pentingnya keberadaan Pos AL di Pessel, mengingat wilayah tersebut memiliki garis pantai sepanjang 240 kilometer yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan. Wilayah ini membentang dari Siguntur yang berbatasan dengan Kota Padang hingga Silaut yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.










