Tamiang – Korban banjir di Aceh Tamiang akan segera mendapatkan bantuan tempat tinggal sementara (Huntara) yang layak huni, hasil kolaborasi antara Danantara dan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Lokasi pembangunan Huntara berada di samping Masjid Darussalam, dengan harapan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengungsi sembari menunggu penyelesaian hunian tetap (Huntap) yang diupayakan oleh pemerintah.
Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Huntara. Ia didampingi oleh sejumlah Direktur Utama BUMN Karya, termasuk Koentjoro dari HK, Muharmen dari AK, dan Firmansyah dari NK. Dalam kunjungannya, Dony meninjau beberapa bangunan yang telah selesai dan menekankan urgensi percepatan pembangunan.
“Huntara terbaik harus kita siapkan untuk korban banjir,” ujar Dony, yang juga menjabat sebagai kepala BP BUMN. Ia menambahkan bahwa Huntara ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat korban banjir dapat merasa nyaman. “Harus yang terbaik, dan memberikan kenyamanan pada korban,” imbuhnya.
Sesuai rencana, Huntara ini akan menjadi agenda peninjauan Presiden Prabowo pada 1 Januari 2026. Pembangunan Huntara ini melibatkan tujuh BUMN Karya dengan dukungan dari BANK Himbara, PLN, dan Telkomsel, serta dukungan terbesar dari PTPN.
Muharmen, Direktur Utama PT Adhi Karya, menjelaskan bahwa masing-masing BUMN Karya mendapatkan alokasi untuk membangun 30 unit. “Untuk tahap pertama, berikutnya ditambah 50 unit lagi, total 600 unit,” terangnya.
Kebutuhan akan Huntara di Aceh Tamiang menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya rumah yang tidak lagi memenuhi standar kelayakan huni akibat dampak banjir. Wulan, seorang guru sekolah dasar di Aceh Tamiang, menyampaikan aspirasinya agar Huntara dapat segera dirampungkan. “Kita sangat berharap Huntara selesai cepat karena banyak rumah yang tidak bisa digunakan lagi, apalagi Huntara dibangun Danantara- BUMN terpadu,” ungkapnya.










