Jakarta – Mantan striker Tim Nasional Indonesia, Cristian Gonzales, menyatakan bahwa absennya pelatih kepala di skuad Garuda bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Menurut pemain yang akrab disapa El Loco ini, mayoritas pemain Timnas Indonesia saat ini sudah sangat berpengalaman karena merumput di berbagai klub luar negeri, terutama di Eropa.

“Rata-rata, tidak ada pemain muda, semua pemain punya pengalaman main di luar, di tim senior,” kata Gonzales di GBK Arena, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. Pernyataan ini muncul menjelang dua laga uji coba Timnas Indonesia pada kalender FIFA Matchday November 2025, yang akan berlangsung 10–18 November 2025. Salah satu negara yang diharapkan menjadi lawan adalah Malaysia, namun PSSI hingga kini belum menetapkan pelatih baru setelah memutus kontrak Patrick Kluivert.

El Loco meyakini bahwa federasi akan segera menunjuk pelatih sebelum pertandingan tersebut. “Waktu akan lawan Malaysia, pasti Pak Erick (Thohir) cari pelatih. Tidak mungkin tanpa pelatih,” ujarnya.

Gonzales menilai PSSI bisa memanfaatkan pelatih lokal jika belum mendapatkan pelatih asing. Ia menekankan bahwa pemain profesional harus siap bekerja sama dengan siapa pun pelatihnya. “Baik dari Amerika Latin, Eropa, atau Asia, pemain harus siap. Tidak bisa pilih-pilih pelatih,” kata pria kelahiran Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976, yang kini bernama Mustafa Habibi itu.

Menurut Gonzales, banyak pelatih di dalam negeri yang cukup layak menangani tim nasional. “Ada banyak pelatih di Indonesia. Kita tidak bisa bilang cocok atau tidak, yang penting siap selalu,” tuturnya.

Timnas Indonesia kehilangan pelatih kepala setelah Patrick Kluivert, legenda sepak bola Belanda dan Barcelona, gagal membawa tim menembus Piala Dunia 2026. Indonesia kalah 2–3 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Irak pada kualifikasi zona Asia putaran keempat pada 9 dan 12 Oktober lalu. Kekalahan itu menutup peluang Jay Idzes dan kawan-kawan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Cristian Gonzales, yang resmi menjadi warga negara Indonesia pada 3 November 2010, tercatat membela tim nasional sebanyak 32 kali dan mencetak 13 gol. Ia juga empat kali menjadi top skor Liga Indonesia, serta membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2005/2006.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.