Kuala Simpang – Danantara Indonesia mengumumkan penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) yang dirancang untuk meningkatkan standar hidup pengungsi di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Proyek ini, yang melibatkan sinergi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya atas inisiatif Danantara, bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi mereka yang membutuhkan.
Huntara ini dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat dibandingkan dengan tempat tinggal darurat sebelumnya. Penggunaan tiang besi dan rangka baja ringan, dengan fondasi yang ditinggikan sekitar setengah meter, menjamin ketahanan struktur. Setiap unit dilengkapi dengan fasilitas esensial seperti kasur, bantal, dipan, dan lemari, serta fasilitas pendukung termasuk listrik, akses internet, air bersih, toilet, dan area bermain anak.
Menurut Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, pembangunan huntara berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi,” ujarnya pada Rabu (31/12). Ia menekankan bahwa seluruh proses pengerjaan huntara ditargetkan untuk memastikan kelayakan huni yang optimal.
Danantara Indonesia, bersama dengan BP BUMN, terus memantau proses pembangunan untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Huntara yang dibangun secara bersusun ini memiliki atap berbentuk tungkus nasi dan halaman yang luas. Lokasinya yang strategis di tepi jalan penghubung Kuala Simpang–Langsa, menjamin kemudahan akses bagi para penghuni.
Presiden Prabowo dijadwalkan untuk melakukan inspeksi langsung ke lokasi huntara pada Kamis (1/1/2026). Kunjungan ini menjadi salah satu faktor pendorong utama bagi Danantara untuk memastikan bahwa semua aspek pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.










