Kuala Lumpur – FIFA menjatuhkan sanksi denda sebesar 350.000 franc Swiss atau setara Rp 7 miliar kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Selain itu, tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia juga ditangguhkan dari segala aktivitas sepak bola di level nasional maupun internasional. CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, menyatakan keterkejutannya atas keputusan FIFA yang diduga terkait pemalsuan dokumen tersebut.
FIFA menjatuhkan sanksi berat ini pada Jumat (26/9), setelah FAM dinilai melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen. Sanksi denda tersebut merupakan respons atas pelanggaran tersebut. Rob Friend, yang menyatakan keterkejutannya pada Senin (29/9), menegaskan pihaknya tidak menyangka akan ada hukuman seberat ini.
Ketujuh pemain yang dilarang beraktivitas di dunia sepak bola itu adalah Jon Irazabal Iraurgui, Gabriel Felipe Arrocha, Hector Alejandro Hevel Serrano, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Facundo Tomas Garces, dan Joao Victor Brandao Figueiredo. Larangan ini berlaku baik di kancah nasional maupun internasional.
“Kami terkejut dengan keputusan FIFA dan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dijatuhkan kepada para pemain kami,” ucap Rob Friend. Pria asal Kanada itu menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah hukum yang ditempuh federasi setelah sanksi FIFA dijatuhkan.
FAM optimis upaya banding mereka akan menghasilkan hasil yang adil dan transparan. “FAM telah menangani masalah administratif yang sedang ditinjau, dan tim nasional mendukung penuh proses banding ini,” jelas Rob Friend. Ia menambahkan, “Sebagai Harimau Malaya, fokus penuh kami adalah pada jalan ke depan, mempersiapkan tim yang kuat untuk pertandingan kualifikasi mendatang melawan Laos dan memastikan disiplin, profesionalisme, dan performa kami di lapangan terus mencerminkan kebanggaan dan semangat bangsa.”
“Ini adalah momen yang menentukan bagi sepak bola Malaysia. Harimau Malaya tetap bersatu dan teguh, berdiri bersama para pemain, pelatih, dan staf kami saat kami melangkah maju dengan tujuan dan tekad,” pungkasnya.










