ICE BSD – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Mu’ti, mengimbau sekolah, khususnya jenjang TK dan SD kelas awal, untuk memperketat sistem pencatatan dan pengawasan penjemputan peserta didik. Imbauan ini bertujuan mencegah kasus penculikan anak yang belakangan marak terjadi.
“Sekolah memang perlu menyiapkan aturan untuk memastikan bahwa yang mengantar dan menjemput itu benar-benar keluarga dari anak-anak,” kata Mu’ti usai menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Kamis (13/11).
Mu’ti menekankan pentingnya identifikasi penjemput. “Sering kali yang menjemput itu tidak dikenal dan sekolah tidak memiliki sistem yang memungkinkan itu. Kami mengimbau kepada sekolah terutama jenjang PAUD, penitipan anak, kelompok bermain, TK, dan SD kelas awal untuk memastikan agar yang mengantar dan menjemput adalah keluarga atau yang telah diberikan kepercayaan oleh keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak kasus anak hilang terjadi saat bermain tanpa pengawasan di lingkungan perkampungan. Karena itu, sekolah perlu memperkuat sistem keamanan internal, terutama bagi peserta didik usia dini. “Bahkan kalau perlu, sekolah punya data siapa yang mengantar, siapa yang menjemput,” kata Mu’ti.
Selain itu, Mu’ti mendorong penguatan budaya saling menjaga di lingkungan tempat tinggal. Sistem kewaspadaan sosial di tingkat RT dinilai dapat membantu mencegah kasus serupa.
“Kita perkuat budaya kewargaan, di mana semua kita saling menjaga walaupun bukan anak kita sendiri, tapi mereka semua adalah tetangga kita, keluarga kita yang harus kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.










