Sawahlunto – Desa Rantih, Sawahlunto, melakukan pemangkasan anggaran hingga Rp300 juta untuk tahun 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi anggaran desa.

Pemangkasan anggaran tersebut mencakup berbagai kegiatan. Di antaranya peningkatan kapasitas PKK, pengadaan ATK, rapat koordinasi, hingga seleksi perangkat desa.

Camat Talawi, Ucak Hardian, memverifikasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) 2026 Desa Rantih. Verifikasi ini memastikan program yang diusulkan masyarakat terakomodasi sesuai prioritas dan ketersediaan anggaran.

“Kita ingin memastikan tidak ada yang tertinggal dari hasil musyawarah masyarakat,” ujar Camat Ucak.

Kepala Desa Rantih, M. Edi Yusuf, menjelaskan bahwa meski ada pemangkasan, kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. Koperasi Merah Putih tetap menyediakan pupuk, sembako, dan obat-obatan.

Desa Rantih juga berencana mengembangkan kembali sistem mina padi. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dengan penanaman padi, memanfaatkan sumber air yang melimpah. Desa ini pernah meraih juara nasional mina padi pada tahun 1993.

Desa Rantih memiliki lahan persawahan seluas 52 hektare. Dengan jumlah penduduk 705 jiwa, desa ini setiap tahun mengalami surplus beras.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.