Jakarta – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan berbagai proyek prioritas pembangunan infrastruktur kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai upaya mengatasi kendala pembangunan yang diakibatkan keterbatasan fiskal daerah dan dampak bencana alam. Audiensi ini dilakukan pada 16 Februari 2025.

Bupati John Kenedy Azis (JKA) memimpin langsung rombongan didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Inspektur Kabupaten. Kunjungan tersebut menyasar tiga unit strategis di Kementerian PUPR: Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Ditjen Sumber Daya Air (SDA), dan Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah.

Dalam pertemuan dengan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan April Artoto di Ditjen Bina Marga, serta Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan SDA Biren di Ditjen SDA, lima kegiatan utama telah menjadi prioritas. Proyek-proyek tersebut mencakup Pembangunan Jembatan Kayu Gadang Sikabu, Pembangunan Jembatan Anduriang, Pembangunan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Sikoci Ladang Laweh, Normalisasi Batang Ulakan, dan Pengamanan Pantai Pasir Baru.

Bupati JKA menyampaikan harapannya agar Kementerian PUPR dapat membantu daerahnya, terutama dalam menghadapi banyak kendala pembangunan dan dampak bencana alam, apalagi dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Pemerintah.

Kementerian PUPR memberikan respons positif, menyatakan akan berupaya mengakomodasi usulan tersebut melalui skema kegiatan Inpres. Koordinasi teknis lebih lanjut akan dilakukan dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera.

Bupati Padang Pariaman juga menegaskan pentingnya jalan dan jembatan dalam menghubungkan antarwilayah dan mendukung ekonomi lokal, meskipun banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana. Selain lima kegiatan prioritas, berbagai ruas jalan strategis juga diusulkan, seperti Jalan Kamuamuan – Pasar Sungai Geringging, Paingan – Malai Tangah Sungai Sarik Malay – Malay, Sungai Sirah – Tanjung Alai, Padang Alai – Parak Tabu, Padang Baru – Kalawi, Rimbo Kalam – Hilalang Gadang, Pasia Laweh – Padang Pulai, Koto Buruak – Padang Pulai, dan Kampung Ladang – Sungai Gimba.

Di sektor jembatan, beberapa proyek penting juga diajukan, termasuk Jembatan Kayu Gadang – Sikuliek, Jembatan Anduriang, Jembatan Padang Mantuang, Jembatan Pasia Baru, serta Jembatan Padang Maduang. Usulan pun mencakup perbaikan abrasi pantai, rehabilitasi bendungan, serta pembangunan dan perbaikan saluran irigasi untuk ketahanan pangan.

Bupati menyatakan harapannya bahwa seluruh usulan tersebut dapat segera masuk dalam skala prioritas nasional. “Karena pada akhirnya, infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga menjembatani kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.