Akabiluru – Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, pada Minggu (1/3/2026), menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video yang menyeret namanya. Permohonan maaf ini disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, awak media, serta Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha beserta istri, Walinagari, dan KAN Sariak Loweh di kediamannya di Nagari Sariak Loweh, Kecamatan Akabiluru.
Dalam pertemuan tersebut, Safni Sikumbang secara terbuka menyatakan bahwa dirinya adalah korban pemerasan terkait video yang beredar. Ia menegaskan bahwa dirinya telah dizalimi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Perlu ditegaskan bahwa dalam video VCS mirip Bupati Kabupaten Limapuluh Kota itu, saya adalah korban dan saya bukanlah pelaku dalam video tersebut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya pengumpulan bukti, Safni Sikumbang mengaku sempat mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. “Saya sempat mentransfer ke rekening yang dikirimkan si pelaku sebesar Rp1 juta, yang kemudian menjadi bukti untuk diserahkan kepada aparat kepolisian Polda Sumbar atas kasus pemerasan yang dilakukan si pelaku kepada saya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumbar atas pengungkapan kasus ini. Ia juga berharap penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video tersebut.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Polda Sumbar yang telah melakukan penyidikan atas kasus peredaran video VCS yang telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat ini,” pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumbar telah menginformasikan penangkapan dua orang pelaku pembuat video tersebut di Jambi dan Palembang.
Safni Sikumbang juga menegaskan, “Tidak ada niat saya untuk merusak nama baik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota termasuk merusak mana baik pribadi dan keluarga.”











