Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tengah berupaya mengidentifikasi penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa SMA Negeri 1 Sungai Rumbai. Dugaan keracunan makanan mencuat setelah 96 siswa dilaporkan mengalami gejala diare dan mual.

Pada hari Selasa, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memimpin rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk membahas langkah-langkah penanganan. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, menyampaikan bahwa investigasi menyeluruh tengah dilakukan. “Buk Bupati telah perintahkan Satgas MBG untuk segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dapat diperoleh secepatnya. “Sampel sampel dikumpulkan, dan Buk Bupati meminta 1×24 jam hasil lab sudah keluar. Setelah hasil lab keluar, baru kita pastikan apa penyebab gangguan kesehatan tersebut,” kata Jasman Rizal.

Mengenai kondisi para siswa, Jasman Rizal menjelaskan bahwa sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis. “Keadaan sekarang, 7 orang dirawat dengan rincian, 2 orang di RSUD Sungai Rumbai dan 5 orang di klinik, sedangkan 89 orang rawat jalan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Spekulasi awal mengindikasikan bahwa makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya mungkin menjadi penyebab masalah kesehatan ini. “Diduga penyebab gangguan kesehatan bukan karena makanan hari ini, tetapi makanan kemaren,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak SMA Negeri 1 Sungai Rumbai belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.