Agam – Pemerintah Kabupaten Agam tengah menyusun strategi mitigasi untuk menghadapi potensi banjir bandang susulan di kawasan Batang Aia Muaro Pisang, Kecamatan Matur. Langkah ini diambil setelah peninjauan lapangan pada Rabu (31/12) yang mengungkap kerentanan kawasan tersebut.
Fokus utama penanganan adalah kondisi bukit yang mengalami longsor, yang diidentifikasi sebagai penyebab utama tersumbatnya aliran sungai Batang Aia Muaro Pisang di bagian hulu. Material longsor yang menutupi sungai meningkatkan risiko banjir bandang, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.
Kondisi bukit yang labil dan potensi longsor lanjutan menjadi perhatian serius. Selain itu, penanganan material longsor yang masih menghalangi aliran sungai menjadi prioritas.
Pemerintah Kabupaten Agam berencana untuk berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait dan tenaga ahli untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan lokasi secara komprehensif. “Upaya ini bertujuan meminimalisir risiko banjir bandang susulan dan menjaga keselamatan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan harapan agar pemantauan yang intensif dan penanganan yang terkoordinasi dapat mengurangi potensi bencana dan meminimalkan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir bandang.










