Jakarta – Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya menjaga kualitas beras dengan prosedur pemeliharaan ketat, mulai dari harian hingga triwulan. Hal ini disampaikan untuk memastikan beras layak dikonsumsi masyarakat, menanggapi dugaan temuan beras tak layak konsumsi.
Pernyataan Rizal ini muncul setelah Komisi IV DPR RI menemukan 1.200 ton beras Bulog yang diduga tidak layak konsumsi di Gudang Bulog Cabang Ternate, Maluku Utara, pada 23 September 2025. Beras tersebut diketahui telah tersimpan sejak Mei 2024.
Menurut Rizal, Bulog menerapkan prosedur pemeliharaan beras yang lengkap, meliputi teknis dan aplikasi. Tidak hanya pemeliharaan rutin, Bulog juga melakukan pengecekan acak secara berkala untuk memastikan setiap karung beras tetap dalam kondisi sehat dan higienis.
Ia menekankan bahwa langkah berjenjang dan berkelanjutan ini dilakukan Bulog agar beras yang disalurkan benar-benar layak dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.
Jika ditemukan beras yang rusak, Bulog menyiapkan program *reprocessing* berupa pembersihan dan pencucian ulang agar mutunya kembali layak konsumsi. Sementara itu, beras yang benar-benar tidak memenuhi standar konsumsi manusia akan dialihkan menjadi pakan ternak sehingga tetap memiliki manfaat ekonomi.
Hingga saat ini, Bulog masih mendalami jumlah beras rusak yang ditemukan dan terus memeriksa seluruh gudang untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga. Lokasi gudang lain yang berpotensi memiliki beras rusak masih dalam tahap pengecekan.










