Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi mengusulkan ikon Jam Gadang menjadi desain baru uang kertas Rupiah pecahan Rp100.000. Usulan ini telah disampaikan langsung kepada Bank Indonesia (BI).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan usulan tersebut saat kunjungan Deputi Gubernur BI, Dandy Indarto Seno, ke Bukittinggi.
Menurut Ramlan, usulan ini bertujuan untuk literasi dan pengabadian sejarah. Penggunaan Jam Gadang sebagai desain uang kertas juga bertepatan dengan perayaan satu abad monumen tersebut pada Juni mendatang.
Jam Gadang merupakan monumen bersejarah peninggalan Belanda. Bangunan ini memiliki keunikan karena perekatnya terbuat dari campuran pasir dan putih telur.
Wali Kota menekankan pentingnya penggunaan pecahan uang besar, minimal Rp50.000, agar uang lebih awet.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bukittinggi akan mengirimkan surat resmi kepada BI. Surat tersebut berisi permohonan pertimbangan penggunaan gambar Jam Gadang pada uang kertas.
Perayaan satu abad Jam Gadang akan dimeriahkan dengan berbagai acara. Acara tersebut melibatkan 1.000 fotografer dan 1.000 arsitek dari seluruh Indonesia.
Selain itu, pementasan seni budaya dan napak tilas sejarah juga akan digelar. Seminar nasional dan daerah tentang kajian ilmiah terkait Jam Gadang juga direncanakan.
Kajian ilmiah ini diharapkan menjadi landasan untuk menggali sejarah Jam Gadang. Wali Kota berharap BI mempertimbangkan usulan ini sebagai bagian dari literasi uang.











