Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan implementasi sistem berbasis teknologi untuk program angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar, yang direncanakan mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2026. Inisiatif ini, yang akan menggunakan barcode atau kartu khusus, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran program.

Menurut Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, sistem ini akan memastikan program dapat dipantau dengan lebih baik. Dalam sebuah pertemuan di Bukittinggi, ia menyatakan, “Kami tengah mengkaji teknis terbaik. Ada usulan menarik menggunakan sistem barcode atau kartu khusus agar lebih terpantau dan tepat sasaran.”

Program angkot gratis ini merupakan bagian dari janji kampanye yang bertujuan untuk mengurangi beban biaya hidup bagi orang tua siswa. Pemerintah Kota telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar sebagai investasi awal untuk program ini.

Prioritas utama program ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemilihan jenjang ini didasarkan pada penilaian bahwa siswa SMP memiliki tingkat kemandirian yang memadai untuk menggunakan transportasi umum. “Siswa SMP dinilai sudah cukup mandiri untuk menggunakan transportasi umum sendiri. Sedangkan siswa SD masih dianggap memiliki risiko tinggi jika harus naik angkutan umum tanpa pendampingan orang dewasa,” jelasnya.

Sebelumnya, pada bulan September 2025, Pemerintah Kota Bukittinggi telah melaksanakan program pembagian perlengkapan sekolah senilai Rp2,8 miliar yang diperuntukkan bagi 1.846 siswa SD negeri dan swasta. Sekretaris Daerah, Rismal Hadi, turut hadir mendampingi Walikota dalam pertemuan tersebut. Program angkot gratis ini merupakan bagian integral dari visi “Bukittinggi Gemilang”.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.