Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi tengah menjajaki peluang investasi baru di kawasan Banto Trade Center (BTC) seiring dengan rencana tidak memperpanjang Hak Guna Bangunan (HGB) PT. Citicon Mitra Bukittinggi. Keputusan ini diambil setelah ditemukan indikasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai miliaran rupiah serta permasalahan terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Pada kunjungan ke BTC, Selasa (6/1), terungkap bahwa pusat perdagangan yang dibangun pada tahun 2006 tersebut memiliki permasalahan serius terkait kewajiban pajak dan perizinan. Pemerintah kota menyatakan akan mengusut tuntas permasalahan ini. “Ini harus diusut tuntas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa HGB yang dikelola PT. Citicon selama 20 tahun akan berakhir pada 26 Maret 2026 dan tidak akan diperpanjang. “Karena HGB selama 20 tahun habis pada 26 Maret 2026, ini tidak kita perpanjang lagi. Kita lihat kondisinya sangat sedih. Kerugian negara sudah ada di sini. Kami sebagai pemerintah, tidak boleh membiarkan ini,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bukittinggi berencana untuk menata kembali kawasan BTC dan membuka kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam pembenahan. “Silakan saja (investor masuk). Intinya kerjasama dengan Citicon tidak lagi diperpanjang,” katanya.
Rencana penataan kawasan tersebut akan dimulai dengan pemagaran pada bulan Februari. Pemerintah kota akan menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menghitung nilai aset dan menawarkan sistem bagi hasil kepada investor. “Februari ini kita pagar semua. Kita buka peluang sebesar besarnya untuk investor untuk benahi BTC ini. Kita hitung dengan KPKNL, kita tawarkan sistem bagi hasil nanti. Investor yang minat silahkan hubungi Pemko Bukittinggi. Kita pihak ketigakan sesuai aturannya,” jelasnya.
Dengan luas lahan mencapai 7484 m², Pemerintah Kota Bukittinggi berupaya mencari solusi terbaik untuk pengelolaan dan pemanfaatan aset BTC setelah berakhirnya kerjasama dengan PT. Citicon, termasuk penataan pedagang sayuran yang berjualan di sekitar kawasan tersebut.










