Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi memprioritaskan kesetaraan gender dalam pembangunan daerah. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan advokasi dan evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang menargetkan tahun 2025.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3ABPKB) berlangsung di Hotel Dymens, Rabu (10/9).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan pentingnya PUG sebagai strategi utama dalam pembangunan kota.
“Penerapan PUG diharapkan memberikan manfaat pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Ramlan saat membuka acara.
Pemkot Bukittinggi berkomitmen mewujudkan pembangunan yang responsif terhadap isu gender, memastikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki.
Bukittinggi menargetkan kembali meraih predikat utama dalam evaluasi PUG 2025 melalui Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE). Kota ini pernah meraih predikat serupa pada tahun 2018 dan 2020.
Kepala Dinas P3ABPKB, Nauli Handayani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian PPPA terkait evaluasi PUG 2024.
“Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme pengisian lembar kerja evaluasi PUG,” jelas Nauli.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Kementerian PPPA serta bimbingan teknis pengisian indikator penilaian.











