Jakarta – PT Buana Finance Tbk mengamankan fasilitas pinjaman atau term loan sebesar Rp 950 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Perjanjian fasilitas kredit ini ditandatangani pada 23 Desember 2025. Pinjaman tersebut terbagi menjadi dua, yakni term loan sebesar Rp 750 miliar dengan tenor 28 bulan, dan kredit berjangka Rp 200 miliar untuk jangka waktu 12 bulan.
Direktur Buana Finance, Mariana Setyadi, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 23 Desember 2025, menjelaskan bahwa fasilitas kredit dari Bank Danamon kini mencapai Rp 2,45 triliun. Jumlah ini setara dengan 172,4 persen dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2024. Pendanaan baru ini akan digunakan untuk modal kerja, khususnya penyaluran kredit consumer finance dan financial lease.
Sebelumnya, pada September lalu, Buana Finance juga menerima pinjaman sebesar Rp 500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Fasilitas kredit tersebut telah ditandatangani pada Senin, 29 September 2025. Corporate Secretary Buana Finance, Ahmad Khaetami, pada saat itu menyatakan bahwa pinjaman dari BCA akan dialokasikan untuk keperluan modal kerja perseroan, yaitu pemberian kredit.
Pada kuartal I 2025, Buana Finance mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 990 miliar. Angka ini menurun dibandingkan periode Maret 2024 yang mencapai Rp 1,18 triliun. Sementara itu, piutang pembiayaan Buana Finance pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 6,2 triliun.
Sepanjang tahun 2024, Buana Finance berhasil menyalurkan pembiayaan atau kredit senilai Rp 4,09 triliun. Jumlah ini menunjukkan peningkatan 7,93 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp 3,79 triliun. Meski demikian, dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 15 Mei 2025, Buana Finance melaporkan laba bersih sebesar Rp 66,07 miliar. Angka ini menurun 37,09 persen dibandingkan laba bersih tahun 2023 yang mencapai Rp 105 miliar.










