Padang – Kartu Brizzi dari BRI masih mendominasi transaksi pembayaran transportasi Trans Padang di kalangan pelajar Kota Padang, meskipun opsi pembayaran non-tunai lainnya telah tersedia. Hal ini disebabkan oleh kebijakan sekolah yang melarang siswa membawa gawai.
Penggunaan Brizzi sebagai alat pembayaran Trans Padang di Kota Padang dimulai sejak 2019, setelah pertama kali diluncurkan oleh BRI pada tahun 2012 di Denpasar, Bali. Pemerintah Kota Padang awalnya menerapkan sistem pembayaran Brizzi untuk mengurangi penggunaan tiket kertas.
Direktur Utama PSM (Padang Sejahtera Mandiri), Alvino, menjelaskan bahwa saat ini pembayaran Trans Padang tidak hanya terbatas pada Brizzi. “Pembayaran di Trans Padang selain memakai kartu Brizzi, juga bisa menggunakan QRIS dan Kartu Debit semua bank,” ujarnya.
Namun, data menunjukkan bahwa Brizzi masih menjadi pilihan utama. Pada tahun 2023, transaksi menggunakan Brizzi mencapai 68 persen, diikuti QRIS 16 persen, dan kartu debit 6 persen. Alvino mengungkapkan, “Untuk saat ini transaksi pembayaran di Trans Padang masih didominasi dengan Brizzi, 68 persen pembayaran dengan Brizzi mayoritas adalah pelajar.” Ia menambahkan bahwa pelajar merupakan pengguna utama Trans Padang, terutama saat jam sekolah.
Larangan membawa gawai ke sekolah menjadi salah satu faktor utama popularitas Brizzi di kalangan pelajar. Kartu Brizzi seringkali digantungkan di tas atau leher sebagai pengganti identitas.
Atiqa, seorang siswi SMP 11 Padang, menuturkan bahwa ia dan teman-temannya telah menyiapkan kartu Brizzi sejak awal tahun ajaran. “Awal masuk SMP saya dan teman sudah mulai menyiapkan kartu Brizzi sebelum masuk tahun ajaran baru, mulai dari beli kartu Brizzi dan isi saldo nya hingga beli pernak pernik untuk tempat gantungan kartu Brizzi,” ungkapnya.
Kemudahan penggunaan juga menjadi alasan orang tua memilih Brizzi. Ibu Yeni, salah seorang orang tua siswa, menyatakan bahwa Brizzi adalah item wajib bagi anaknya yang baru masuk SMP. “Jadi kartu Brizzi itu salah satu yang saya siapkan untuk anak saya yang baru masuk SMP. Saya melakukan top up setiap bulan agar saldo di kartu Brizzi tidak kosong. Praktis dan mudah,” katanya.
Kepala Sekolah SMP N 11 Padang, Arna Fera, membenarkan bahwa mayoritas siswanya memiliki kartu Brizzi karena kebijakan sekolah. “Saat ini sekolah melarang siswa membawa gawai ke sekolah, yang diperbolehkan hanya telpon genggam yang bisa dipakai untuk telpon dan sms. Jadi kalau saya lihat siswa kami rata rata punya kartu Brizzi. Mungkin mereka siswa yang mengunakan Trans Padang sebagai alat transportasi pergi dan pulang sekolah. Hampir semua siswa memiliki kartu Brizzi saat ini,” jelasnya.
PSM menyatakan akan terus menjalin kerjasama dengan BRI untuk memfasilitasi pembayaran ongkos transportasi. Kartu Brizzi tetap menjadi andalan bagi siswa karena kemudahan dan kepraktisannya.











