Padang – Curah hujan ekstrem yang melanda Kota Padang pada Jumat (2/1/2026) telah memicu banjir di sejumlah wilayah, mendorong respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari.
TRC PB BPBD Kota Padang, dengan menggunakan perahu karet, berhasil mengevakuasi delapan warga dari RT06/RW 08 di Jalan DPR ujung Gang Babussalam, Kelurahan Tunggul Hitam. Warga yang dievakuasi termasuk Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Fadlan (5), Aurel (3), Reni (32), Nisa (7), dan Rehan (13).
Menurut keterangan dari BPBD Kota Padang, banjir diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang. “Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang sejak pagi hari sehingga korban harus segera dievakuasi,” ujar perwakilan BPBD Kota Padang.
Warga yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman, yaitu Masjid Al-Manar. Kondisi mereka dilaporkan selamat. “Kondisi mereka dalam keadaan selamat, sementara tim tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila cuaca ekstrem berlanjut,” kata perwakilan BPBD Kota Padang.
BPBD Kota Padang saat ini tengah melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengetahui dampak kerugian akibat banjir. “Kerugian akibat kejadian ini belum dapat dipastikan karena pendataan masih berlangsung,” jelas perwakilan BPBD Kota Padang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan angin kencang, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Layanan aduan dan panggilan darurat dapat diakses melalui Padang Sigap 112, nomor (0751) 778775, serta WhatsApp 0858-9152-2181 untuk pelaporan kejadian.










