Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sejumlah jenazah korban bencana di Sumatera yang teridentifikasi telah meninggal dan dimakamkan sebelum bencana terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan hal tersebut dalam rilis pers melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (13/4/2024).
“Bencana banjir ini tidak hanya berdampak di wilayah pemukiman, tetapi juga di lokasi-lokasi pemakaman. Ada jenazah-jenazah yang ditemukan, dan setelah dilakukan identifikasi serta pencocokan identitas, diketahui beberapa korban sudah dikebumikan sebelum bencana terjadi,” kata Abdul.
Jenazah-jenazah tersebut kemudian dikeluarkan dari data korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera.
“Ini kemudian kita keluarkan dari data sehingga dari pencatatan kita ada pengurangan korban jiwa setelah pencocokan identitas tadi di level kecamatan dilakukan,” ujarnya.
Abdul menambahkan bahwa data akan terus disesuaikan untuk memberikan informasi yang detail dan akurat terkait aspek-aspek pascabencana, termasuk pemulihan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara).
BNPB mencatat total korban tewas akibat bencana di Sumatera mencapai 1.006 jiwa per hari ini.
“Untuk data korban meninggal per hari ini, dari data kami 995 jiwa meninggal dunia secara umum, hari ini rekapitulasi 3 provinsi menunjukkan 1.006 jiwa. Perubahan ini terjadi di Aceh dari 411 ke 415 jumlah korban meninggal dunia,” jelas Abdul.
“Kemudian di Sumatera Utara dari 343 menjadi 349 dan Sumatera Barat dari 241 ke 242,” imbuhnya.
Menurut Abdul, data terbaru ini telah disesuaikan dengan jumlah jenazah yang meninggal sebelum bencana terjadi.
“Di antara jumlah tadi di setiap provinsi ini dinamika angka statistiknya ada yang berbeda. Ini ada yang bertambah dan ada yang berkurang. Jadi data yang berkurang ini seperti yang tadi kami sampaikan, setelah dilakukan verifikasi data dengan menggunakan basis data dukcapil dan juga kemudian identifikasi dari jasad korban, ada beberapa korban yang merupakan atau sudah meninggal tetapi dikebumikan di daerah pemakaman yang kemudian terdampak banjir-longsor,” terangnya.
“Ini sudah kita identifikasi dan sudah kita keluarkan dari data korban banjir dan longsor,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul menyampaikan bahwa jumlah korban hilang saat ini berkurang menjadi 217 orang.
“Untuk korban hilang catatan nama kami, dari 226 kemarin 12 Desember, saat ini 217 nama yang masih dalam pencarian,” pungkas Abdul.












