Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah fokus pada upaya modifikasi cuaca di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi basah, sebagai bagian dari strategi penanggulangan bencana yang lebih luas. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi prioritas utama dalam upaya mengurangi intensitas curah hujan dan mencegah potensi bencana susulan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
BNPB mencatat, hingga Senin (2/2), total 1.204 jiwa meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, 140 orang masih dinyatakan hilang dan 105.842 jiwa mengungsi.
Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, BNPB melaporkan telah menyalurkan 1.767,07 ton bantuan logistik. Pendistribusian dilakukan melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat charter BNPB, pesawat Hercules, truk jalur darat, dan kapal laut. Logistik didistribusikan dari Pos Logistik Sumatra Barat (2.321,18 ton) dan Pos Logistik Aceh (2.186,2 ton).
Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak. Di Aceh, OMC telah dilaksanakan 532 sorti dengan total bahan semai 508.000 kilogram. Di Sumatra Utara, 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram. Sementara di Sumatra Barat, 409 sorti dengan total bahan semai 406.325 kilogram.
Selain OMC, pembangunan hunian sementara (huntara) juga terus dikebut dengan target selesai sebelum Ramadan. Dari 17.332 unit yang diajukan, 5.039 unit telah rampung dan siap dihuni. Sementara itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 14.286 unit.
Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan. Hingga awal Februari 2026, 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga.
BNPB menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak. “Sinergi yang solid diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur, memenuhi kebutuhan hunian layak, dan memperkuat mitigasi risiko bencana,” demikian pernyataan resmi dari BNPB. Prioritas utama tetap pada pembukaan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman yang terdampak.











