Padang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan atlet. Kemitraan ini terungkap saat kunjungan Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, beserta jajaran ke Kantor BNNP Sumbar pada Selasa (13/1/2026).
Kunjungan tersebut, yang juga dihadiri oleh Ketua Bidang Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga, dan Plt Kepala Sekretariat KONI Sumbar, Riko Onki Putra, disambut langsung oleh Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, beserta jajaran.
Ricky Yanuarfi menyatakan bahwa KONI memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan narkoba, mengingat jangkauannya yang luas terhadap generasi muda. “Bahaya narkoba mengancam semua kalangan, termasuk atlet dan pelaku olahraga,” ujarnya, menyoroti bahwa beberapa atlet telah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ricky Yanuarfi menjelaskan bahwa kekecewaan terhadap hasil latihan, kegagalan meraih prestasi, dan masalah kesejahteraan pasca-prestasi dapat menjadi pemicu penyalahgunaan narkoba di kalangan atlet. Untuk itu, ia mendorong KONI Sumbar untuk menjalin komunikasi dengan berbagai sektor, termasuk Polda Sumbar, Kodam Tuanku Imam Bonjol, TNI AL, TNI AU, BUMN, BUMD, serta Pemerintah Provinsi Sumbar, dengan tujuan membuka peluang penempatan atlet berprestasi sebagai anggota TNI-Polri atau pegawai di instansi pemerintah dan perusahaan negara.
Menanggapi hal tersebut, Hamdanus menyatakan kesiapan KONI Sumbar untuk mendukung program-program BNNP Sumbar. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai atlet Sumbar yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. “Bahkan, berdasarkan hasil tes kesehatan terhadap 180 calon atlet Pelatda Sumbar 2026 yang digelar Senin sebelumnya, seluruh atlet dinyatakan bersih dari narkoba,” ungkapnya.
Hamdanus juga menyinggung upaya KONI Sumbar dalam memperjuangkan masa depan atlet berprestasi, termasuk pendekatan dengan Polda Sumbar untuk menjadikan atlet Teqball Zikra Dwi Putri sebagai anggota Polwan dan atlet gulat Gilang Ilhaza untuk bekerja di PDAM Padang. “Dalam waktu dekat, KONI Sumbar akan melanjutkan pendekatan ke instansi lain agar atlet berprestasi mendapatkan jaminan dan kepastian pekerjaan,” katanya.
Selain membahas isu narkoba dan kesejahteraan atlet, pertemuan tersebut juga menyinggung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Juni–Juli 2026. BNNP Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov yang sempat vakum selama delapan tahun. Ricky Yanuarfi menegaskan bahwa “Porprov sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet dan sebagai dasar pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi.”
Hamdanus menambahkan bahwa KONI Sumbar terus mematangkan persiapan Porprov dengan konsep tuan rumah bersama. “Hingga saat ini, 12 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan berpartisipasi, dan diharapkan seluruh daerah segera menyusul, seiring terbitnya SK Gubernur Sumbar dan dukungan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” pungkasnya.











