Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memprediksi bahwa sebagian wilayah Sumatera Barat (Sumbar) akan mulai berpotensi hujan mulai Selasa (4/10/2025).

Prakirawan BMKG Minangkabau menjelaskan, cuaca panas yang melanda Sumbar sepekan terakhir disebabkan oleh rendahnya kelembaban udara di lapisan atas, yang menghambat pembentukan awan hujan.

Selain itu, keberadaan daerah sirkulasi siklonik yang membentuk daerah konvergensi di wilayah Laut Cina Selatan turut menarik massa udara di Indonesia. Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan berkurangnya uap air dan minimnya potensi hujan di sebagian besar wilayah Sumbar. Meskipun, berdasarkan data normal (data 1991-2020), bulan November seharusnya sudah memasuki musim hujan.

Prakirawan tersebut menambahkan, kondisi cuaca panas yang terjadi sejak sepekan terakhir akan berangsur berubah mulai Selasa (4/10/2025). “Potensi hujan diperkirakan mulai meningkat pada besok hingga akhir minggu pertama di bulan ini di beberapa wilayah Sumatera Barat; dan selanjutnya akan berlanjut dengan kondisi normalnya yaitu musim hujan,” terangnya pada Jumat (27/6/2025).

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca panas. “Tetap menjaga asupan air minum agar tubuh tetap terhidrasi, memakai sunscreen dan pakaian yang melindungi seluruh tubuh untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet secara langsung (terutama jam 10-16 WIB),” imbaunya.

Lebih lanjut, ia juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan agar tidak menimbulkan titik api yang tidak terkendali. “Serta segera melapor kepada pihak berwenang setempat apabila menemukan titik api baik di lahan belukar, perkebunan maupun pertanian agar bisa segera ditanggulangi,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.