Pasar Kripto – Harga Bitcoin (BTC) berisiko mencetak sejarah negatif dengan membentuk candle tahunan merah pertama sejak peristiwa halving, seiring pergerakan harga yang masih tertahan di kisaran US$88.000 menjelang penutupan tahun 2025. Kondisi ini menantang narasi klasik siklus empat tahunan yang selama ini menjadi pegangan di pasar kripto.
Hingga Minggu (28/12/2025), data menunjukkan pergerakan harga BTC relatif datar dengan volatilitas yang sangat terbatas dalam dua hari terakhir. Secara year-to-date (YTD), Bitcoin tercatat turun sekitar 6,1%, membuka peluang signifikan bagi penutupan tahun yang bearish.
Pada Jumat sebelumnya, pasar sempat diwarnai aksi fakeout. Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan jatuh tempo opsi Bitcoin senilai US$24 miliar, yang dinilai sejumlah analis telah menekan ruang gerak harga BTC.
Meskipun demikian, sejumlah analis masih melihat peluang pemulihan harga sebelum akhir tahun. Salah satu sinyal positif datang dari indikator Relative Strength Index (RSI) di grafik tiga hari yang menunjukkan bullish divergence. “Bitcoin mengunci bullish divergence tiga hari tepat di atas area support kunci. Dua titik bottom sebelumnya juga terbentuk dengan pola serupa. Apakah sejarah akan terulang?” tulis trader Jelle melalui platform X.
Optimisme serupa juga muncul dari faktor musiman. Trader BitBull memprediksi awal Januari berpotensi menjadi katalis reli harga. Hal ini disebabkan institusi cenderung mulai mengalokasikan dana ke aset yang sebelumnya berkinerja kurang optimal. “Ini bisa memicu breakout dari garis tren dan mendorong harga menuju US$100.000,” ujarnya.
Analis Aksel Kibar menambahkan, fase konsolidasi yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar mengingat lonjakan tajam pada kuartal III. Ia menjelaskan bahwa volatilitas bersifat siklikal. “Setelah fase volatilitas tinggi, biasanya diikuti periode volatilitas rendah hingga muncul pola teknikal yang jelas,” kata Kibar.
Namun, tantangan utama Bitcoin tetap pada performa tahunannya. Keith Alan, co-founder Material Indicators, menekankan pentingnya harga penutupan tahunan dibandingkan pergerakan intraday. “Wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal wajar. Yang paling penting adalah harga penutupan,” tulisnya. Ia menambahkan, level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang diuji kembali sebelum akhir tahun.
Apabila Bitcoin gagal menembus level tersebut, penutupan tahun 2025 akan menjadi catatan penting yang berpotensi menggoyahkan narasi siklus empat tahunan Bitcoin. Saat ini, mengutip data pada pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin berada di level US$87.934, naik 0,52% dalam 24 jam terakhir, namun turun 0,02% dalam sepekan.











