Padang – Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) menyoroti keberhasilan sejumlah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025. Penghargaan dan pengakuan yang diraih menjadi bukti nyata komitmen dan inovasi pemerintah daerah dalam berbagai sektor.
Kota Payakumbuh menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai kota terbaik regional Sumatera dalam ajang Championship TP2DD 2025. Sementara itu, Kabupaten Tanah Datar kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih TPID Berprestasi Terbaik se-Sumatera untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Di sektor pariwisata, Nagari Koto Gadang berhasil meraih Juara II Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tidak ketinggalan meraih Anugerah Adinata Syariah 2025 dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Selain prestasi daerah, BI Sumbar juga melaporkan capaian positif dalam pengendalian inflasi, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah gejolak ekonomi global, BI Sumbar terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi di Ranah Minang. Salah satu fokus utama adalah pengendalian inflasi, khususnya menjaga stabilitas harga pangan. Langkah-langkah yang diambil meliputi pemantauan harga harian, identifikasi potensi gejolak, dan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan prinsip 4K,” ujar sumber dari BI Sumbar, merujuk pada ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Digitalisasi sistem pembayaran di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah merchant yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat menjadi 674.273, dengan jumlah pengguna mencapai 949.441. Transaksi QRIS juga mengalami lonjakan, mencapai Rp51,93 miliar. Transformasi digital ini diperluas hingga ranah internasional melalui QRIS Cross Border, yang memfasilitasi wisatawan asing dalam melakukan pembayaran.
BI Sumbar juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan UMKM melalui program digitalisasi dan ekspor. Program Onboarding UMKM Go Digital dan Go Ekspor berhasil meningkatkan kelas pelaku usaha, memungkinkan mereka memanfaatkan kanal digital dan menembus pasar global. Keberhasilan program ini terbukti dengan peningkatan ekspor kopi dan kayu manis.
BI Sumbar memastikan uang Rupiah yang beredar tetap layak edar, bersih, dan terpercaya melalui Clean Money Policy. Layanan kas keliling hadir di seluruh kabupaten/kota, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), pusat ekonomi mikro, dan ritel nagari.
BI Sumbar secara rutin menyajikan asesmen perekonomian terkini dan rekomendasi melalui Laporan Perekonomian Provinsi triwulanan. Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan untuk membahas potensi investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah, BI Sumbar terus melakukan percepatan sertifikasi halal, pembiayaan syariah, pengembangan industri kreatif syariah, dan digitalisasi wakaf.











