Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam upaya menstabilkan harga pangan menjelang bulan Ramadan. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan acara Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN) Ramadan Fest 2026, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terkait isu pangan.

Gubernur Sumatera Barat, menekankan urgensi langkah antisipatif dalam menghadapi potensi peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan. “Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan,” ujarnya saat membuka acara pada 13 Maret.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ditegaskan olehnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan DAUN Ramadan Fest 2026 sebagai manifestasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan.

Lebih lanjut, ia menyoroti beras sebagai salah satu komoditas yang signifikan berkontribusi terhadap inflasi. Ia menjelaskan bahwa preferensi masyarakat Sumbar terhadap beras premium memerlukan pengelolaan yang cermat dari sisi pasokan dan distribusi. “Masyarakat Sumbar cenderung memilih beras premium, sehingga perlu kita kelola dari sisi pasokan dan distribusi,” jelasnya.

Meskipun beberapa wilayah di Sumatera Barat mengalami dampak bencana hidrometeorologi, ia meyakinkan bahwa stok bahan pangan pokok tetap dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan mendatang. Pemerintah daerah, sambungnya, terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur guna memastikan kelancaran distribusi pangan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan daerah merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. “Penguatan ketahanan pangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Ikram menjelaskan bahwa DAUN Ramadan Fest 2026 merupakan bagian dari program Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah proyeksi inflasi nasional sebesar 2,62 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,33 persen. Bank Indonesia, melalui kerjasama dengan Bulog, menawarkan program penebusan beras pulen premium dengan harga yang lebih terjangkau.

Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan promotif, termasuk lomba memasak nasi goreng berbahan beras pulen, bazar UMKM binaan, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, perlindungan konsumen, serta layanan penukaran uang rupiah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat UMKM, meningkatkan kecerdasan masyarakat dalam bertransaksi, memperkuat ekosistem halal, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat,” pungkas Ikram. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, pimpinan perbankan, pelaku usaha pangan, petani, dan UMKM.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.