Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah berupaya keras mempercepat penyerapan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun 2025. Seluruh dana program ini ditargetkan habis terserap pada akhir September 2025.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan optimisme tersebut pada Rabu, 24 September 2025. “Bismillah, insyaallah nanti akhir bulan ini terserap semua,” ujarnya.
Upaya percepatan ini dilakukan menyusul peringatan keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menegaskan akan menarik kembali anggaran belanja kementerian dan lembaga yang tidak terserap, termasuk MBG, pada akhir Oktober 2025.
“Kalau pada akhir Oktober kami bisa hitung dan antisipasi penyerapannya hanya akan sekian, ya kami ambil uangnya. Kami sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 19 September 2025.
Menurut Purbaya, BGN telah menyetujui pengembalian dana yang tidak terserap. Ia menggambarkan pendekatannya sebagai “stick and carrot,” di mana anggaran tambahan dapat diberikan jika penyerapan lebih cepat, namun hal itu dinilai sulit tercapai.
Data Kementerian Keuangan hingga 8 September 2025 menunjukkan bahwa belanja MBG baru mencapai Rp 13 triliun. Angka ini setara dengan 18,3 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 71 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk 22,7 juta penerima manfaat dan 7.644 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Di sisi lain, situs resmi BGN mencatat bahwa 9.085 SPPG telah beroperasi hingga saat ini. Nanik menyebut jumlah SPPG akan terus bertambah untuk memperluas jangkauan penerima manfaat program.
Meskipun serapan anggaran 2025 masih tergolong lamban, anggaran MBG untuk tahun 2026 justru mengalami lonjakan drastis. Anggaran ini naik 471 persen menjadi Rp 335 triliun dari Rp 71 triliun.
Peningkatan signifikan ini disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna pengesahan RUU APBN 2026 pada Selasa, 23 September 2025. Lonjakan anggaran terjadi karena pemerintah telah menetapkan program MBG sebagai agenda prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.











