Pasaman – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali mencuat di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, setelah tiga warga Nagari Sinuruik dilaporkan terluka akibat serangan beruang madu. Insiden yang terjadi pada Sabtu (14/2/2026) saat para korban tengah memanen padi ini, memicu respons cepat dari pihak berwenang.

Upaya pengejaran beruang oleh warga setempat pasca-serangan tidak membuahkan hasil. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat segera mengambil tindakan setelah menerima laporan kejadian tersebut.

Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian. “Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan patroli serta penghalauan,” ujarnya, Senin (16/2/2026), mengindikasikan upaya untuk meminimalisir potensi serangan susulan.

Sebagai langkah preventif, BKSDA telah memasang kandang jebak di sekitar area yang dianggap rawan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa “Kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif. Tim BKSDA bersama pemerintah nagari dan warga terus berupaya.”

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah yang berpotensi menjadi habitat beruang. BKSDA juga menyarankan agar warga menghindari kegiatan seorang diri dan selalu berhati-hati guna mencegah interaksi yang tidak diinginkan dengan satwa liar.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.