Surabaya – Bernardo Tavares akan memulai era baru sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya, dengan ekspektasi tinggi untuk membawa tim berjuluk Green Force bersaing di papan atas Super League. Pelatih asal Portugal ini dijadwalkan melakoni debutnya saat menjamu Malut United pada 10 Januari mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo.

Tavares datang menggantikan Eduardo Perez yang dipecat pada pertengahan November lalu. Ia menyadari bahwa misi untuk mengembalikan Persebaya ke papan atas, di tengah dominasi tim seperti Borneo FC, Persija, Persib Bandung, dan Malut United, bukanlah tugas yang mudah.

Mantan pelatih PSM Makassar ini mengakui tingginya ekspektasi publik terhadapnya, yang menurutnya wajar mengingat Persebaya adalah tim legendaris dengan basis penggemar besar. Namun, ia menyayangkan frekuensi pergantian pelatih yang sering terjadi di klub tersebut.

“Persebaya adalah klub yang akan berusia 100 tahun musim depan, punya banyak penggemar, dan bisa menarik penonton memenuhi stadion sampai 40 ribu orang jika berprestasi. Tapi sayangnya kondisi tidak berjalan baik di tim ini karena beberapa kali terjadi pergantian pelatih,” ungkap Tavares, seperti dikutip dari media Portugal, Renascenca.

Meski demikian, Tavares mengaku menyukai tantangan tersebut. Ia menegaskan akan memaksimalkan sumber daya yang ada. “Untuk sisa musim ini, saya tidak punya banyak telur untuk membuat omelet yang enak. Jadi saya akan memanfaatkan telur yang ada sebaik mungkin, dan memilih yang terbaik,” imbuhnya.

Ia pun telah menyusun rencana jangka pendek dan panjang untuk Persebaya. Rencananya meliputi mengoptimalkan pemain muda, melakukan pencarian bakat yang efektif, dan berupaya mengakhiri musim di papan atas klasemen. “Musim depan, kami akan mencoba membidik posisi teratas (juara Super League) sebagai target utama,” tegas Tavares.

Tavares menyadari dinamika sepak bola Indonesia yang kerap diwarnai pergantian pelatih di tengah jalan. “Di Indonesia, proyek terhadap sepak bola tampaknya kurang terstruktur, salah satu buktinya adalah sering mengganti pelatih. Begitu juga dengan Persebaya, bisa saya ibaratkan sebagai kuburan pelatih. Karena jika tidak sesuai ekspektasi, maka pelatih akan dipecat di pertengahan musim,” ujarnya.

Dalam bulan Januari ini, Tavares akan memimpin Persebaya dalam dua pertandingan Super League. Selain menjamu Malut United pada 10 Januari, ia juga akan memimpin tim bertandang ke markas PSIM Jogjakarta pada 25 Januari.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.