Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah berupaya keras untuk memulihkan kondisi wilayahnya pasca-bencana ekologis. Fokus utama saat ini adalah penyusunan strategi komprehensif untuk merehabilitasi berbagai sektor yang terdampak.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa kerugian ekonomi akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp31,4 triliun. Angka ini diungkapkan dalam forum diskusi yang diinisiasi oleh Senator RI, Irman Gusman, pada Rabu, 7 Januari 2026. Forum tersebut membahas langkah strategis percepatan pemulihan bencana di Sumbar.
Sektor permukiman menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan. “Kerusakan terbesar terjadi pada sektor permukiman, baik rumah tinggal maupun fasilitas penunjangnya,” ujar Arry Yuswandi, menyoroti bahwa ribuan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan, dilaporkan ada ratusan rumah yang hanyut dan terendam. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada sektor ini karena menyangkut langsung hajat hidup masyarakat.
Selain sektor permukiman, kerusakan infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Jalan, jembatan, dan sarana pendukung lainnya mengalami kerusakan yang signifikan, yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.
Tekanan juga dirasakan pada sektor sosial dan ekonomi. Fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan sarana umum lainnya turut terdampak. Aktivitas usaha masyarakat terhambat akibat rusaknya akses dan sarana produksi.
Pemerintah juga mencatat adanya kerusakan pada fasilitas pendukung pemerintahan dan pelayanan publik. Meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan dengan sektor permukiman dan infrastruktur, kerusakan ini tetap berkontribusi pada total kerugian daerah.
Arry Yuswandi menekankan pentingnya data taksiran kerusakan dan kerugian ini sebagai landasan bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi. Data ini juga akan digunakan sebagai dasar untuk memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.











