Agam – Banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang menerjang 16 kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sejak 19 November 2025. Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan puluhan korban jiwa dan kerusakan parah.

Data terbaru mencatat 85 orang meninggal dunia dan 78 lainnya masih hilang. Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak di Sumatera Barat.

Lebih dari 4.000 warga mengungsi akibat bencana ini. Sebanyak 23 korban luka-luka dirawat di RSUD Lubuk Basung.

Banjir bandang paling parah melanda Kecamatan Palembayan. Bencana ini merusak infrastruktur dan mata pencaharian warga.

Kerusakan meliputi dua jembatan, jalan sepanjang 2,8 km, jaringan air bersih 6,7 km, 11 unit irigasi, dan 545 rumah. Selain itu, 55 sekolah dan 555,57 hektar lahan pertanian juga rusak. Kerugian sektor perikanan mencapai 5,4 juta ekor ikan.

Tim gabungan terus melakukan pencarian korban hilang di tengah medan yang sulit. Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui Bank Nagari rekening 1600.0207.12345-6 a.n. BENCANA HIDROMETEOROLOGI KAB. AGAM.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.