Den Haag – Pemerintah Belanda akan mengembalikan sekitar 30 ribu benda bersejarah kepada Indonesia, meliputi artefak, fosil, dan dokumen. Kesepakatan signifikan ini tercapai setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Den Haag pada 26 September.

Presiden Prabowo menyatakan, pengembalian ribuan item artefak yang Belanda bawa dari Indonesia adalah itikad baik untuk memelihara hubungan kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Sabtu, 27 September.

Dari total benda bersejarah yang akan direpatriasi, sebanyak 28 ribu fosil yang telah teridentifikasi berasal dari koleksi ahli paleoantropologi Eugene Dubois. Koleksi penting ini mencakup bagian tempurung kepala, gigi geraham, dan tulang paha dari Manusia Jawa atau Pithecanthropus Erectus.

Dubois menemukan fosil-fosil tersebut di Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1890.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke Belanda, telah menerima dokumen pengembalian fosil temuan Dubois di Museum Naturalis, Leiden. Ia menargetkan fosil Manusia Jawa akan tiba di Indonesia pada tahun ini.

Rencananya, fosil-fosil berharga ini akan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.

Repatriasi ribuan benda bersejarah Indonesia ini merupakan kelanjutan dari inisiasi kesepakatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Belanda pada tahun 2017. Pemerintah Belanda sendiri telah aktif melakukan pengembalian benda bersejarah sejak tahun 2019.

Beberapa artefak penting lain yang telah atau akan dikembalikan meliputi keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro, harta karun rampasan Ekspedisi Lombok tahun 1894, arca peninggalan Kerajaan Singasari, hingga koleksi dari peristiwa Puputan Badung tahun 1906.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.