Pariaman – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang memperluas jangkauan pengawasan keamanan pangan dan obat-obatan dengan menyasar sekolah dan pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Martin Suhendri, Kepala BPOM Padang, mengungkapkan hal tersebut saat melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, di ruang kerja yang bersangkutan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, serta Kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Selain fokus pada pengawasan pangan dan obat-obatan, pertemuan tersebut juga membahas rencana penanaman bibit pohon di sepanjang bantaran Sungai Batang Mangoi yang terdampak bencana hidrometeorologi. Menurut Martin Suhendri, kegiatan ini merupakan implementasi dari program yang dicanangkan oleh Kepala BPOM Pusat. “Kegiatan ini merupakan salah satu gerakan yang dicanangkan oleh Kepala BPOM Pusat Prof. dr. Taruna Ikrar,” jelasnya.
Fokus utama pengawasan BPOM Padang adalah pangan jajanan anak-anak di lingkungan sekolah, pasar, dan desa. Pengawasan ini juga akan diperluas ke takjil yang dijual menjelang bulan puasa. Martin Suhendri menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, guru, dan pemerintah dalam mengawasi jajanan anak-anak di sekolah. “Kita berupaya, jajanan yang dijual di sekolah itu, tidak menggunakan penyedap rasa yang berlebihan, tidak kadaluarsa dan tidak pakai formalin serta lainnya,” tegasnya.
Menjelang bulan Ramadhan, BPOM Padang berencana melakukan uji laboratorium di tempat terhadap takjil yang dijual di pasar-pasar. Langkah ini diambil untuk mencegah peredaran takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Pengawasan juga akan dilakukan terhadap obat-obatan yang dijual di toko obat dan apotek untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Mulyadi, Wakil Walikota Pariaman, menyambut baik inisiatif BPOM Padang dalam memastikan keamanan pangan dan obat-obatan, serta mendukung program penghijauan nasional. Ia mengapresiasi tiga agenda kerjasama yang difasilitasi oleh BPOM Padang, yaitu memastikan keamanan pangan dan obat-obatan, serta mendukung program penghijauan nasional dengan menanam 23 juta pohon.










