Padang – Bawaslu Kota Padang menggelar kegiatan penguatan kelembagaan pengawas pemilu, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas lembaga pengawas pemilu dan membangun sinergi dengan berbagai pihak.

Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini untuk mengatasi anggapan pragmatis masyarakat terhadap pemilu.

“Banyak yang masih menganggap pemilu sekadar datang ke TPS dan mencoblos, lalu bertanya apa keuntungan yang didapat,” kata Alni. Ia menyerukan pendidikan demokrasi berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini.

Alni juga mengajak peserta memahami dinamika kelembagaan pemilu pasca Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024, yang mengatur pemisahan pemilu nasional dan lokal.

Ketua Bawaslu Kota Padang, Eris Nanda, menegaskan kegiatan ini dilaksanakan di luar tahapan pemilu untuk menjaga eksistensi Bawaslu.

“Kami ingin Bawaslu tetap aktual dan relevan, bukan hanya hadir saat tahapan pemilu berlangsung,” ujar Eris.

Eris juga menekankan perlunya masukan dari berbagai kalangan agar pengawasan pemilu berjalan efektif dan independen.

Kegiatan ini mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, dengan tema “Strategi Penguatan SDM Pengawas Pemilu terhadap Sistem Kepemiluan di Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024.”

Peserta diharapkan merumuskan rekomendasi yang akan menjadi catatan kelembagaan untuk Bawaslu Kota Padang dan nasional.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.