Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya mengatasi masalah irigasi di Kabupaten Solok melalui kolaborasi dengan Bank Nagari. Upaya ini dilakukan setelah adanya permintaan dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, agar Bank Nagari menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan hulu irigasi di Nagari Banda Gadang, Kabupaten Solok.
Menanggapi permintaan tersebut, Humas Bank Nagari, Fefri Doni, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi. “Permintaan Pak Gubernur adanya kontribusi Bank Nagari berupa program CSR kami terima dengan baik dan kami proses,” ujarnya saat dikonfirmasi di Padang.
Pada hari Sabtu (17/1), Fefri Doni bersama Iqbal Azizi dari Tim Humas Bank Nagari, serta Pemimpin Capem Arosuka, Doni Arda Damanik, turut mendampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat di kawasan Banda Gadang, Nagari Koto Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk memperbaiki irigasi yang mengairi 5.500 hektare sawah di Kabupaten Solok. “Untuk penanganan jangka panjang, tahun ini Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), guna pembenahan saluran irigasi di Kabupaten Solok,” ungkap Mahyeldi.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk perbaikan irigasi di Nagari Banda Gadang, Koto Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Pemerintah bersama pihak terkait berupaya mempercepat perbaikan irigasi yang terganggu akibat penumpukan sedimen lumpur pasca banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Penumpukan lumpur ini berdampak pada pasokan air bagi lahan persawahan di lima nagari, yaitu Nagari Kotogaek Guguak, Kotogadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak, Talang, dan Cupak.
Selain alokasi anggaran Rp2 miliar, Gubernur Mahyeldi juga mengharapkan dukungan dana CSR dari Bank Nagari untuk memperbaiki hulu irigasi. Ia menambahkan, “Untuk penanganan permanen kita sudah alokasikan Rp2 miliar melalui Dinas PSDA Provinsi, sedangkan pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR Bank Nagari.”










