Padang – Bank Nagari meluncurkan program Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) sebagai upaya strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat pascabencana. Program ini dirancang untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi petani terhadap peralatan modern, dengan tujuan memodernisasi sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas.
Gusti Candra, Direktur Utama Bank Nagari, menyatakan bahwa modernisasi alat dan mesin pertanian adalah “kunci peningkatan produktivitas.” Program KUA diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang dihadapi petani dan pelaku agribisnis dalam pengadaan alsintan.
Bank Nagari menawarkan suku bunga kompetitif sebesar 3 persen efektif per tahun. Plafon pinjaman yang ditawarkan berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar, dengan jangka waktu pelunasan hingga lima tahun. Selain itu, program KUA memberikan keringanan uang muka mulai dari 10 persen, serta pembebasan biaya administrasi, commitment fee, dan biaya pelunasan.
Fasilitas ini dinilai krusial dalam situasi pascabencana, di mana banyak pelaku usaha pertanian membutuhkan dukungan modal untuk memulai kembali usaha mereka.
Selain program KUA, Bank Nagari juga mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total pagu Rp1,5 triliun pada tahun 2026. Pemerintah mendorong agar penyaluran pembiayaan ini diprioritaskan pada sektor-sektor produktif, termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan, dengan target minimal 60 persen dari total penyaluran.
Hafid Dauli, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyediakan layanan pembiayaan yang mudah diakses, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Bank Nagari mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini melalui jaringan kantor cabang atau layanan digital yang tersedia. Diharapkan, dukungan pembiayaan yang inklusif ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi Sumatera Barat secara keseluruhan melalui modernisasi sektor pertanian.











