Padang – Bencana banjir bandang yang menerjang Kota Padang telah memicu gelombang pengungsian massal, dengan ribuan warga mencari perlindungan di tempat-tempat aman.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menunjukkan bahwa hingga Senin, 1 Desember 2025, sebanyak 4.446 jiwa masih mengungsi akibat dampak banjir dan angin kencang.
Menurut keterangan BPBD Kota Padang, jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kecamatan Pauh, mencapai 1.757 jiwa.
Wilayah lain yang juga terdampak signifikan meliputi Kecamatan Kuranji (984 jiwa), Koto Tangah (844 jiwa), Nanggalo (835 jiwa), dan Lubuk Kilangan (36 jiwa). Dari total pengungsi, 810 orang diidentifikasi sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain menyebabkan pengungsian, banjir bandang juga berdampak pada sektor pendidikan.
Perwakilan BPBD menyatakan bahwa “Ada 32 sekolah yang juga terdampak akibat banjir dan angin kencang ketika kejadian itu.”
Kerusakan pada fasilitas pendidikan ini menambah tantangan dalam upaya pemulihan pasca-bencana.
Saat ini, fokus utama BPBD adalah memastikan kesejahteraan para pengungsi.
“Semoga kondisi para pengungsi tetap dalam keadaan baik,” ujarnya, menekankan pentingnya pemantauan dan bantuan berkelanjutan.
Pihak berwenang terus melakukan pendataan dan inventarisasi kerusakan untuk merencanakan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif.
Data kerusakan dan jumlah pengungsi akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi di lapangan.












