Padang – Banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu masih menyisakan dampak yang signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat terus melakukan pembaruan data wilayah terdampak hingga Jumat (28/11/2025).

Data terbaru menunjukkan, Padang Pariaman menjadi kabupaten dengan cakupan wilayah terdampak terluas, meliputi 17 kecamatan dan 42 nagari. Disusul Agam dengan 16 kecamatan dan 54 nagari, serta Pasaman Barat dengan 10 kecamatan dan 18 nagari.

Di Padang Pariaman, sebanyak 562 KK atau 3.208 jiwa dilaporkan mengungsi, sementara 1.034 jiwa terdampak. “Satu orang masih dilaporkan hilang dan dua orang mengalami luka-luka,” ujar seorang petugas BPBD yang enggan disebutkan namanya, Jumat (28/11/2025). Selain itu, 3.530 unit rumah terendam, 17 rumah rusak, lima fasilitas pendidikan rusak, empat jembatan rusak, tiga talud rusak, dua fasilitas ibadah rusak, dua faskes rusak, serta 447 hektar sawah dan ladang terendam.

Kabupaten Agam mencatat 11 korban meninggal dunia dan 11 orang hilang. Dua orang dilaporkan luka-luka, 280 KK atau 484 jiwa mengungsi, dan 204 KK atau 694 jiwa terdampak. Kerusakan meliputi sembilan unit rumah rusak, 63 rumah terendam, 249 meter jalan rusak, 86,5 hektar sawah dan ladang tertimbun, terputusnya akses pansimas, satu fasilitas pendidikan rusak, satu fasilitas ibadah rusak, serta sembilan hektar kolam dan lima hektar pertanian terdampak.

Sementara itu, Pasaman Barat melaporkan satu korban meninggal dunia. Sebanyak 1.712 rumah terendam, 0,5 hektar kebun terendam, 1.248 KK atau 12.905 jiwa terdampak, empat unit rumah rusak, dan satu faskes rusak.

Di Pesisir Selatan, banjir merendam 11.544 rumah dan menyebabkan 9.431 KK atau 47.170 jiwa mengungsi. Tiga unit fasilitas pendidikan rusak, satu unit talud rusak, satu fasilitas ibadah rusak, serta 370 hektar sawah dan ladang terendam.

Kota Padang mencatat lima korban meninggal dunia, 18.208 jiwa mengungsi, dan 8.157 KK atau 27.153 jiwa terdampak. Kerusakan meliputi 150 rumah rusak, satu faskes rusak, dan satu unit fasilitas ibadah rusak.

Kabupaten Pasaman melaporkan 22 KK dengan 70 jiwa mengungsi dan tiga rumah rusak. Tanah Datar mencatat 45 KK atau 85 jiwa mengungsi, 18 KK atau 56 jiwa terdampak, dua unit rumah rusak, satu jembatan putus, dan empat irigasi rusak.

Kabupaten Solok melaporkan 14 jiwa mengungsi, 55 rumah terendam, dan 100 jiwa terendam. Padang Panjang mencatat enam korban meninggal dunia, satu unit irigasi rusak, dan satu unit rumah rusak. Kota Solok melaporkan 598 KK atau 3.362 jiwa terdampak dengan sebagian rumah rusak di Lukah Kelurahan Kampai Tabu Karambia dan di Kelurahan Koto Panjang.

Lima Puluh Kota mencatat 111 KK atau 283 jiwa terdampak, dua unit fasilitas pendidikan rusak, dan 95 rumah terendam. Pariaman melaporkan 205 KK atau 675 jiwa mengungsi, satu unit pendidikan rusak, dua unit fasilitas ibadah, dan 10 unit rumah terendam. Bukittinggi mencatat 11 KK atau 68 jiwa terancam akibat tanah longsor. Kepulauan Mentawai melaporkan 249 KK mengungsi di Siberut Utara, sementara Kota Payakumbuh hanya terdampak cuaca ekstrem.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.