Pariaman – Banjir dan angin kencang menerjang Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyebabkan kerugian mencapai Rp131,6 miliar. Bencana hidrometeorologi ini merusak infrastruktur, rumah warga, dan lahan pertanian.
BPBD Kota Pariaman mencatat, empat kecamatan terdampak akibat cuaca ekstrem sepekan terakhir. Hujan lebat dan angin kencang memicu meluapnya sejumlah sungai.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, banjir berdampak pada 7.537 jiwa dan merusak 2.216 rumah. Kerusakan rumah tersebar di Pariaman Selatan, Pariaman Timur, Pariaman Tengah, dan Pariaman Utara.
Bencana ini juga menyebabkan 12 titik banjir, 5 titik angin kencang, 6 titik longsor, dan 66 titik pohon tumbang.
Infrastruktur seperti jalan, dinding penahan bendung, dan bendungan mengalami kerusakan. Fasilitas ibadah dan pendidikan juga terdampak, termasuk puluhan sekolah dari tingkat TK hingga SMP.
Ratusan hektar lahan sawah dan kebun terendam banjir.
Pemerintah Kota Pariaman telah mengerahkan tim gabungan untuk membersihkan fasilitas umum dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. BPBD akan mengajukan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB pusat.











