Padang – Banjir bandang yang menerjang Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menyisakan duka mendalam bagi warganya. Selain merusak rumah, material banjir berupa batu dan pasir menimbun lahan sawah.
Dua hari pasca kejadian, Jumat (28/11/2025), permukiman di sepanjang aliran Sungai Guo masih dipenuhi lumpur dan sisa-sisa material banjir.
Ernita (54), seorang warga terdampak, mengungkapkan kondisi kampungnya saat ini. “Seperti inilah kondisi kami sekarang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi rumah dan kampung hancur begini,” ujarnya dengan nada sedih.
Rumah Ernita tampak berantakan dengan lumpur menutupi pakaian, lemari, hingga kaca jendela. Namun, ia tetap bersyukur seluruh keluarganya selamat, termasuk suaminya yang menderita penyakit jantung.
Ia menceritakan, peristiwa galodo terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat hendak tidur, ia mendengar teriakan histeris warga yang memperingatkan adanya galodo dari hulu Batang Guo. Bersama suami, anak, dan cucunya, Ernita segera mengungsi ke Bukit Guo yang berada di belakang rumahnya.
“Air saat itu belum terlalu tinggi, jadi kami semua bisa menyelamatkan diri,” terangnya.
Ernita menuturkan hampir seluruh perabotan rumahnya terendam banjir. Bahkan, sebagian lantai kamar rumahnya terancam amblas. Ia mengaku baru pertama kali mengalami banjir separah ini. “Hanya bisa pasrah melihat barang-barang terendam. Baru kali ini banjir separah ini,” ungkapnya.
Saat ini, Ernita dan keluarganya terpaksa tinggal di rumah yang masih kotor dan dipenuhi lumpur.











