Agam – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak akhir November lalu, mengakibatkan sejumlah wilayah terisolasi dan membutuhkan uluran tangan. Banjir bandang atau galodo yang parah ini, terjadi di 16 dari 18 kecamatan di Agam, menyebabkan akses jalan putus dan perkampungan terisolasi hingga Kamis (4/12/2025).
Pusat hancuran memang berada di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Sehingga penanganan difokuskan di kedua wilayah ini karena banyak terdapat korban jiwa.
Data dari Diskominfo Agam mencatat, hingga Kamis (4/12/2025), korban tewas mencapai 169 jiwa dan 88 orang hilang. Korban jiwa ini hampir seluruhnya berasal dari Salareh Aia dan Malalak Timur, serta beberapa dari nagari lain.
Sejumlah perkampungan yang membutuhkan bantuan, banyak diposting oleh akun Instagram yang berbasis di Bukittinggi maupun Agam. Berikut daftar wilayah yang membutuhkan penanganan bencana, terutama bantuan sembako:
- Kecamatan Palembayan: Selain Salareh Aia yang menjadi fokus utama, nagari lain seperti Sipinang (mencakup Jorong Sipinang, Kampung Tabu, dan Paraman), Baringin, dan Sungai Pua juga mengeluhkan kebutuhan akan bantuan. Akses jalan yang terputus menjadi kendala utama.
- Kecamatan IV Koto: Nagari Sungai Landia juga mengalami dampak bencana berupa putusnya akses jalan sehingga butuh penanganan.
- Tanjung Raya: Wilayah Sungai Batang di dekat Danau Maninjau juga membutuhkan penanganan karena terisolasi, sehingga bantuan terpaksa diangkut melalui danau.
- Palupuah: Nagari Pagadih yang terdampak, sebelumnya sudah memiliki akses yang sulit, diperparah oleh bencana yang mengakibatkan banyak titik longsor.
Mengingat sulitnya sinyal telekomunikasi dan akses transportasi di wilayah terdampak bencana, kemungkinan masih ada perkampungan lain yang membutuhkan bantuan di luar daftar tersebut.










