Agam – Banjir bandang dahsyat yang menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus memakan korban jiwa. Hingga Sabtu (29/11/2025) siang, data resmi mencatat 76 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Informasi yang dihimpun dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agam pukul 14.00 WIB, korban tewas paling banyak ditemukan di Kecamatan Palembayan, mencapai 60 jiwa. “Korban lainnya tersebar di Malalak 10 jiwa, Matur 1 jiwa, Tanjung Raya 4 jiwa dan Palupuah 1 jiwa,” ujar keterangan resmi Diskominfo Agam.
Selain korban meninggal dunia, bencana ini juga menyebabkan 80 orang hilang. Sebagian besar korban hilang berasal dari Palembayan sebanyak 69 jiwa, disusul Malalak 7 jiwa dan Tanjung Raya 4 jiwa.
Bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem sejak Kamis (27/11/2025) itu, memaksa 4.000 warga mengungsi dan menyebabkan lebih dari 500 rumah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
Pihak berwenang memperkirakan jumlah korban dan kerusakan masih berpotensi bertambah, mengingat masih ada daerah terisolasi, terutama di Kecamatan Palembayan, yang belum terdata secara keseluruhan.
Menurut catatan Diskominfo Agam, curah hujan tinggi yang melanda Agam sejak 19 September 2025 telah memicu serangkaian bencana, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.










