Agam – Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus memburuk dengan jumlah pengungsi yang melonjak signifikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mencatat, hingga Rabu (3/12/2025) pukul 20.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 12.800 jiwa.

Kepala Dinas Kominfo Agam melaporkan, para pengungsi tersebar di berbagai lokasi pengungsian yang berada di Kecamatan Palembayan, Malalak, dan beberapa kecamatan lainnya.

Selain itu, jumlah korban tewas akibat bencana ini mencapai 168 jiwa. “Sebanyak 86 orang masih dinyatakan hilang,” ujarnya dalam keterangan pers Rabu (3/12/2025).

Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor, terutama di Kecamatan Palembayan yang menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas terbanyak.

Bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem sejak Jumat (21/11/2025) ini, menyebabkan serangkaian peristiwa longsor dan banjir di berbagai wilayah Agam. Puncaknya terjadi pada Rabu (26/11/2025) saat galodo besar menerjang Malalak, disusul kejadian serupa di Palembayan pada Kamis (27/11/2025).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.