Magelang – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) telah merampungkan pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik berbasis completely knocked down (CKD) di Magelang, Jawa Tengah, pada semester I tahun ini. Pabrik ini sudah memulai perakitan bus dan truk listrik sejak kuartal IV 2024.

Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, mengungkapkan kontribusi pabrik di Magelang terhadap pendapatan perseroan telah dimulai sejak kuartal IV 2024. Informasi ini disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Penyelesaian pabrik ini terjadi di tengah penurunan laba bersih VKTR pada kuartal II 2025, yang anjlok 68,7 persen dari Rp 15,1 miliar menjadi Rp 4,7 miliar. Untuk mengatasi kondisi ini, VKTR kini berfokus pada perluasan pasar ke segmen business to business (B2B).

Indah menjelaskan bahwa langkah diversifikasi ke B2B ini bertujuan agar perseroan tidak terlalu bergantung pada sektor publik atau business to government (B2G). Strategi jangka menengah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan margin.

Kontribusi dari strategi B2B tersebut diproyeksikan akan mulai terlihat pada semester II tahun ini dan tercermin secara penuh dalam laporan keuangan akhir tahun 2025. Pemesanan yang terjadi pada semester I 2025 juga diperkirakan akan terealisasi sebagai pendapatan secara bertahap pada kuartal III dan IV 2025, dengan mempertimbangkan lead time penjualan unit CKD.

Untuk kebutuhan modal kerja dan belanja barang modal, VKTR berencana memperoleh pendanaan dari perbankan atau sumber lain jika diperlukan. Pendanaan ini akan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, anak usaha perseroan, PT Bakrie Autoparts, diharapkan tetap mencatatkan laba usaha pada semester II 2025. Indah berharap kondisi ini akan mendorong pertumbuhan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.