PADANG,-  Pada hakikatnya,  bencana itu disebabkan oleh prilaku manusia. Selain prilaku merusak alam, prilaku maksiat dan perbuatan dosalah yang mengundang maksiat, apakah banjir dan galodo maupun gempa bumi  megatrust  dan tsunami.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir dalam tausiah Subuh Mubarakah di masjid Amal Muslimin Wisma Indah, RW VII samping Asrama Hajji Parupuk Koto Tangah Padang,  Ahad (7/12).

Subuh Mubarakah di masjid Amal Muslimin yang pegurusnya di ketuai Abdul Syukur itu adalah agenda rutin sekali satu bulan dengan menghadirkan penceramah yang memiliki kemampuan profesi lain selain ilmu agama dan tokoh tokoh pemimpin penerintahan dan bidang lain

Setelah jauh hari ” dibooking”  pengurus melalui Prof Saifullah dan Masharida, Subuh  pagi hari ini,  Maigus Nasir yang pendakwah langganan masjid masjid di kota Padang termasuk di Wisma Indah Parupuk Tabing hadir.

Sambutan masyarakat cukup antusias yang dibuktikan dengan kehadiran 100 orang lebih jemaah dari RW itu dan sekitarnya, termasuk puluhan anak anak belasan  dari SD dan SMP.

” Mencegah bencana harus dengan beramal menghentikan perbuatan dosa,  marilah kita sama sama meningkatkan amal ibadah, banyak banyak berzikir dan baca Alqur’ an,  Allah tidak akan menurunkan bencana di kota ini”  kata Maigus.

Maigus mengaku  mendapat banyak informasi bahwa di kota Padang saat ini banyak sekali pelaku maksiat yang sulit dicegah, ” Saya dapat informasi banyak sekali prilaku LGBT,  disisi lain yang tidak salat juga banyak,  ingin tidak didatangkan Allah bencana,  ayo bertaubatlah” ,  katanya

Karena itu Maigus mengajak semua warga kota Padang untuk muhasabah,”Muhasabah adalah menghisab diri dengan mengevaluasi prilaku kita, apakah kita termasuk berbuat zalim dan berbuat dosa,” kata Maigus menambahkan ada warga korban banjir  yang  marah dan membuang jilbab yang dipasangkan kepadanya.

Penjelasan Maigus  di dasarkan pada ayat surah Arrum  ayat 41 yaitu,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ۝٤١

Artinya; Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar (Arrum  41)

Maigus juga menguraikan surah Al Ankabut ayat 14 yang menceritakan banjir Nabi Nuh,  Allah turunkan hujan lebat dan banjir besar, karena kedurhakaan manusia kepada Tuhan. “Maka Allah tenggelamkan umat Nabi Nuh yang durhaka,  termasuk anak dan isterinya” ujar Maigus.

Selain menjelaskan hubungan bencana dengan maksiat dan dosa,  Wakil Walikota ini juga menjelaskan penyebab banjir longsor dari sisi logika yakni  pengrusakan alam sebagai bentuk ulah nyata perangai manusia yang dicela oleh agama dan melanggar hukum negara. “Pengrusakan hutan penambangan penambangan yang merusak keseimbangan lingkungan termasuk penyebab bencana”  kata Maigus.

Maigus Nasir menjelaskan,  akibat hutan dibabat tak karuan, maka banjir bandang terjadi. “Untuk kota Padang sebanyak 10.000 KK dengan 30.000 jiwa yang terdampak akibat ulah penebangan dan perambahan hutan oleh pemegang HPH”  kata Maigus.

Banyak sekali dampaknya,  selain kematian dan hanyut dan rusaknya rumah penduduk dampak ekonomi dari segala sisi mengancam warga. “Nelayan kita tak bisa melaut, karena kayu gelondongan dan sampai pohon menutupi pinggir laut, banyak nelayan pantai Padang tak melaut, ya kita antas sembako”  ujarnya.

Pemerintah kota Padang dan semua elemen sedang bekerja keras mengatasi dampak bencana ini. “Rakyat disapo saja,  lah sanang hatinya, mereka paham pula bencana ini berat”  ujar Maigus.

Wakil Walikota kota ingatkan warga bersabar,  cobaan belum berhenti.  “Sebelumnya PDAM sudah pulihkan 70 persen distribusi suplay air kota Padang, karena hujan kemaren rusak pula 3 mesin air ,  sekarang suplay air ke warga hanya 50 persen.

Ketua Pengurus Masjid Abdul Syukur dalam sambutannya ucapkan terimakasih kepada Wakil Walikota yang sudah memberikan tausiah. Kemudian Syukur menyampaikan proposal pengadaan mobil jenazah dan ambulan,  Maigus menjanjikan pada bulan Ramadan akan membantu masjid Amal Muslimin dan Ikhatun,  masing masing Rp. 40 juta. “Kami berterima kasih atas kunjungan dan rencana bantuan itu”  kata Abdul Syukur (MK).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.